Tribun Health | Kini BPJS Tidak Menanggung Biaya Obat Kemoterapi Kanker

oleh
Kini BPJS Tidak Menanggung Biaya Obat Kemoterapi Kanker

Tribun Health | Kini BPJS Tidak Menanggung Biaya Obat Kemoterapi Kanker – Kini BPJS Tidak Menanggung Biaya Obat Kemoterapi Kanker. Setelah keputusan untuk menghapus trastuzumab obat kanker payudara dari Formularium Nasional, Badan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) telah menyarankan bahwa dokter meresepkan obat yang berbeda untuk pasien.

“Penghapusan ini didasarkan pada Dewan Pertimbangan Klinis organisasi,” kata jurubicara BPJS Kesehatan Nopie Hidayat. Mengacu pada Dewan Penasihat Klinis BPJS Kesehatan. Tribun Hari Ini

“Dewan mengatakan obat itu tidak memiliki dasar medis untuk digunakan untuk pasien dengan kanker payudara metastatik […],” kata Nopie.

BPJS Kesehatan, bagaimanapun, menolak untuk mengomentari kasus Yuniarti Tanjung, seorang pasien kanker payudara HER2 di Jakarta Timur. Yuniarti dan keluarganya berencana untuk menuntut agensi untuk menghapus trastuzumab dari daftar obat yang disetujui. Tribun News

Yuniarti didiagnosa menderita kanker payudara HER2 pada 10 Mei. Pada 24 Juni, seorang dokter di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur meresepkan trastuzumab, bersama dengan tiga obat lain, untuk perawatan kemoterapinya.

Namun, dia tidak menerima trastuzumab karena rumah sakit mengatakan kebijakan yang dikeluarkan pada 1 April melarang program asuransi kesehatan nasional untuk menutupi obat tersebut.

Yuniarti harus membayar Rp 25 juta (US $ 1.700) untuk mendapatkan obat.

Badan kesehatan nasional hanya akan mencakup trastuzumab di bawah program Asuransi Kesehatan Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk pasien kanker payudara yang diresepkan obat itu sebelum 1 April, sehingga mereka dapat menyelesaikan pengobatan mereka, kata Nopie. Berita Terbaru

Nopie mengatakan agensi percaya kebijakan itu tidak akan mencegah pasien kanker payudara menerima perawatan medis yang tepat, mengatakan bahwa ada banyak obat lain yang dapat menggantikan trastuzumab.

“Para dokter dapat memilih obat lain untuk mengobati pasien kanker payudara berdasarkan kebutuhan setiap pasien,” katanya. Berita Terkini

Keluarga Pasien Dapat Menuntut BPJS Kesehatan Karena Tidak Menanggung Biaya Obat Kanker

Penduduk Jakarta Timur Edy Haryadi mengatakan dia bersedia pergi ke pengadilan setelah dia menemukan bahwa Badan Jaminan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mengeluarkan obat kanker, trastuzumab, dari daftar obat-obatan yang diliputnya.

Istri Edy, Yuniarti Tanjung, didiagnosa menderita kanker payudara stadium tiga HER2 pada 10 Mei, setelah dokter menemukan kelenjar getah beningnya membengkak pada bulan Desember 2017.

Seorang dokter di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur meresepkan trastuzumabnya bersama dengan tiga obat kemoterapi lainnya pada 24 Juni. Berita Hari Ini

Namun, Yuniarti tidak menerima trastuzumab karena rumah sakit mengatakan kebijakan yang dikeluarkan pada 1 April mencegah BPJS Kesehatan menutup biaya untuk obat tersebut.

Keluarga harus membayar Rp 25 juta (US $ 1.700) untuk mendapatkan obat.

“Istri saya akan segera kehabisan waktu. Tanpa trastuzumab, dia mungkin hanya memiliki satu setengah tahun lagi untuk hidup, ”kata Edy.

“Trastuzumab bisa membantu memperpanjang hidupnya setidaknya 10 tahun. Ada lagi pasien kanker payudara HER2 bernama Aryanti Baramuli yang bisa hidup selama 15 tahun lagi berkat trastuzumab. “

Edy mengatakan keluarganya bersedia mengajukan gugatan jika agensi tidak mengubah kebijakannya pada trastuzumab.

“Saya berharap istri saya dapat hidup cukup lama untuk melihat anak satu-satunya kami kuliah, lulus dan menikah. Itu saja, ”katanya.

Kini BPJS Tidak Menanggung Biaya Obat Kemoterapi Kanker

Tentang Penulis: Tribun Hari Ini

Gambar Gravatar
Tribun Hari Ini | Berita tribunnews di tribunhariini.com menyajikan berita terkini Indonesia meliputi dunia olahraga, sepakbola dan gaya hidup selebritis.